Lukman masuk ke pasar

Dinaikinya himar, dan anaknya mengikuti berjalan di belakang
Orang-orang berkata,

Lihat itu orang tua, jahat tak punya rasa

Anak tercinta dibiarkan berjalan saja

 

Lukman pun lantas turun,

Giliran anaknya naik himar dan dia yang berjalan

Kini orang-orang berkata,

Lihat anak kurang ajar

Dia enak diatas himar, orangtua dibiarkan saja

 

Kemudian Lukman naik ke punggung himar,
Berdua mereka diatasnya
Orang-orang berkata lagi,

Lihat dua orang tak berperasaan, himar satu dinaiki berdua

 

Lukman dan Anaknya turun, Kini himar mereka tuntun

Tak ada lagi yang naik diatas

Orang-orang pun kini berkata,

Betapa dungunya dua orang ini, ada himar tak dinaiki

 

Lukman hilang sabar

Bertemulah dia dengan wiwi yang sedang blusukan

Curhat lukman pada wiwi di pojokan

Wi..Macam mana orang-orang ini?

 

Wiwi prihatin,

Wiwi pun malah curhat
Orang-orang memang  tuli dan buta

Infrastruktur ku bangun, masih disalahkan

Aku ngasih sepeda, ga berfaedah

Aku tanya ikan, katanya tak berpendidikan
Aku cengar-cengir, ga ada yang nyengir

Aku planga-plongo, kok ya dianggap dongo
Wiwi nangis di depan Lukman

 

Wowo iba,

Tak perlulah adinda sedih, kakanda pun rasa demikian

Aku berjuang untuk bangsa, orang-orang bilang penjahat nista

Aku berpidato, disindir genderuwo

Diam saja pun, masih sontoloyo

 

Beruntung Ali lewat,
Kasihan Ali melihat orang tiga
Ditatap wajah mereka, Ali memberikan tausiyah
"Tak perlu menjelaskan apapun, karena yang menyukaimu tidak butuh itu

Dan yang membencimu tidak percaya itu"