oleh Vivi P.


Untuk Pamuk

 

Ka dan Hitam tak perlu menanggung derita

akibat fatamorgana berwujud Ipek dan Shekure

keelokkan yang melemahkan.

Di tengah rumitnya alur nasib

Romantisme semu mengaburkan

Hal besar dikecilkan.

 

Ka terlanjur larut dalam nostalgia

Saat Lazuardi dan Kadife bergelut

ihwal keyakinan yang diperjuangkan,

juga Hitam yang hilang makna akan maksud Mehmet III.

 

Petaka.

 

Romantisme salah tempat

dalam kisruh akal dan jiwa

yang luhur?

 

Ingin kukatakan pada Pamuk

bahwa rekaan utamanya telalu lemah

untuk kondisi Kars

serta kesuksesan impian Sultan.

 

Bunuh diri karena ideologi

Kitab Segala Pesta

jadinya

akan melenceng

izinkan kumeluruskan.

 

 

Terinspirasi dari dua novel karya Orhan Pamuk, Salju dan Namaku Merah.

 

 

 Untuk Pamuk

 

 

 

 

 

Tentang Kecemburuan Labrinth

 

Labrinth cemburu pada hujan

yang jatuh di kulit seseorang

karena hujan bisa lebih dekat dibandingkan tangannya.

 

Ia menaruh iri pada angin

yang beriak di pakaian seseorang

jauh lebih dekat dari bayangannya.

 

Ada yang berharap bisa seperti Labrinth

yang mencemburui seseorang

pada apa pun

apakah

pada denyut nadi yang mengalirkan kehidupan

pada kotoran matanya

juga ketombenya

atau bekas luka yang sukses menjadi bagian dirinya.

 

Labrinth sulit mengatakan

bahwa ia cemburu pada keadaan

seseorang yang bahagia tanpanya

seperti sosok manusia yang sukar mengungkapkan

ihwal diri yang cemburu pada keadaan

seseorang yang bisa mencemburu.

 

 

Terinspirasi dari lagu Labrinth yang berjudul Jealous

 

 

 

 Tentang Kecemburuan Labrinth

 

 

 

 

Akhir Pencarian Santiago

 

Yang dekat baru terlihat

Setelah merasakan kejauhan.

Diri lebih berarti

Apabila terjerembab

Dan melihat sosok tinggi

Lalu menyadari

Cermin bersarang di atas sana.

 

Terinspirasi dari novel Sang Alkemis karya Paulo Coelho


Akhir Pencarian Santiago