DEPOK. ASEAN Young Leaders Forum (AYLF) chapter Indonesia mengadakan Simposium Internasional Anti Korupsi di Aula Senat Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FH UI) pada (8/12). Acara tersebut resmi dibuka pada Jumat dengan melibatkan peserta sebanyak 50 peserta mewakili 6 negara ASEAN dan juga hadir pula dari perwakilan India dan Srilanka.


Yogi Agus Salim, Presiden AYLF Indonesia dalam sambutannya menyampaikan bahwa agenda simposium ini menjadi bagian penting dalam memperingati hari anti korupsi sedunia yang diperingati setiap tanggal 9 Desember. “Agenda ini juga diharapkan dapat membangun jaringan pemuda internasional lintas negara baik di ASEAN dan Asia dengan menbangun kesamaan visi dalam melawan korupsi,” sambutnya.


Dikatakan Ismah Naqiyyah selaku ketua pelaksana dari acara tersebut, bahwa simposium akan berlangsung selama 3 hari dengan muatan kegiatan stadium generale, training anti korupsi, Focus Group Discussion (FGD), presentasi paper, dan akan diakhiri dengan deklarasi bersama pemuda internasional anti korupsi.


Selain itu, acara tersebut juga dihadiri oleh Mustafa Fahri, Ketua Pusat Studi Hukum Tata Negara Fakultas Hukum UI (PSHTN FHUI), Adnan Pandu Praja sebagai Pegiat Anti Korupsi, dan beberapa Alumni FH UI. “Harapan dari simposium ini ialah dapat menciptakan komitmen antar pemuda dari tiap organisasi maupun peserta yang berasal dari luar negeri,” ujar Ismah yang juga merupakan alumni muda FH UI.


Deklarasi anti korupsi bermaksud untuk mengumumkan kepada dunia internasional bahwa pemuda memiliki peran dalam rangka pencegahan korupsi. Melalui generasi muda yang terdidik dan memiliki visi besar untuk menghilangkan korupsi dalam kehidupan bangsa dan bernegara. Deklarasi ini juga menjadi pedoman dan semangat baru bagi para delegasi dari masing-masing negara untuk memperbaiki kondisi bangsa dan negaranya.