Mencintai produk dalam negeri merupakan ajakan yang selalu digembor-gemborkan, terlebih setelah disahkannya Hari Konsumen menjadi Hari Nasional di Indonesia. Bukti dari rasa cinta terhadap produk dalam negeri adalah dengan cara selalu memilih membeli produk dalam negeri dibandingkan dengan produk luar. Namun, tetap masih banyak saja konsumen yang lebih memilih menggunakan produk luar.

Menurut Guru Besar Ilmu Perilaku Konsumen Institut Pertanian Bogor (IPB), Prof. Dr. Ir. Ujang Sumarwan, M.Sc, ada dua hal yang menyebabkan konsumen Indonesia lebih memilih produk luar, yakni kualitas produk yang lebih bagus dibandingkan produk dalam negeri dan citra produk yang dibuat oleh perusahaan.

“Citra produk luar diposisikan oleh para pemasar sebagai produk yang berkualitas, sehingga walaupun produknya berharga mahal konsumen mau membayar produk tersebut,” ujarnya.

Ia pun menegaskan bahwa kecintaan terhadap produk dalam negeri harus ditumbuhkan karena merupakan bagian dari kontribusi membangun bangsa. Tapi, kecintaan tersebut tidak dapat serta merta terlaksana, harus ada upaya kuat yang dilakukan oleh pemerintah, produsen, juga konsumen.

Pemerintah sebagai pembuat aturan dapat berkontribusi dengan cara mengurangi biaya-biaya yang membebani produsen, sehingga produsen dalam negeri dapat memproduksi barang dengan kualitas yang bagus tetapi dengan biaya yang semakin kecil.

Begitu pun dengan produsen yang harus berbenah diri dengan cara memproduksi produk dengan kualitas yang bagus, harga terjangkau dan memasarkannya dengan baik, sehingga konsumen akan memilih produk di dalam negeri. Jika produsen hanya membujuk sementara kualitas produk dalam negeri tidak lebih bagus dari pada produk luar negeri, tentu konsumen tetap akan memilih produk luar.

Dan bagian terakhir yang dapat meningkatkan kecintaan terhadap produk dalam negeri adalah upaya dari konsumen itu sendiri untuk menghargai para produsen dalam negeri. “Tekankan kepada para konsumen bahwa bagian dari membangun bangsa adalah dengan membeli produk dalam negeri,”pungkasnya.