DEPOK. Ikatan Alumni Universitas Indonesia (ILUNI UI), mengecam keras tindakan sepihak Amerika Serikat (AS) yang mengumumkan penetapan Yerusalem sebagai ibukota Israel. Selain itu, AS juga memindahkan kedutaan besarnya ke kota suci tiga agama tersebut.


Tindakan ini, yang didorong oleh keinginan Trump untuk memuaskan konstituen domestiknya, merupakan langkah yang tidak bertanggungjawab dan mematikan proses perdamaian, kata Arief Budhy Hardono ketua ILUNI UI dalam pernyataan tertulisnya.


Adapun bentuk kecaman tersebut dikeluarkan pada Jumat (8/12), yaitu sebagai berikut.

1. ILUNI UI mendesak pemerintah Republik Indonesia untuk konsisten setia pada UUD Negara Republik Indonesia 1945 dengan menegaskan dukungan pada perjuangan bangsa Palestina dan tidak mengakui Israel yang merupakan negara penjajah.

2. ILUNI UI juga mendorong pemerintah Indonesia untuk bersama-sama menggalang kekuatan untuk menekan Amerika Serikat untuk membatalkan kebijakan sembrono tersebut.

3. ILUNI mengajak semua pihak untuk terus mendukung perjuangan Palestina, termasuk dengan menunjukkan dukungan kepada Palestina secara massif di berbagai media.