Selasa, 9 Juli 2019 BEM SI wilayah Jawa Barat melakukan demonstrasi ke gedung DPRD Jawa Barat. Demonstrasi dimulai jam 14.00 dengan dimulai long march dari Unpad Dipatiukur menuju gedung DPRD. Jumlah massa aksi sekitar 70 mahasiswa dari berbagai kampus. Narasi besar yang diangkat adalah perlunya evaluasi penerapan Zonasi PPDB di daerah Jawa Barat karena melihat kesiapan secara infrastruktur, tenaga pendidikan juga hal lainnya masih sangat prematur.

“Secara tolok ukur minimal harusnya di setiap kecamatan memiliki satu sekolah. Tapi dalam fakta lapangan banyak kecamatan pula yang bahkan tidak memiliki sekolah” kata Imam Syahid, Koordinator Wilayah BEM SI Jawa Barat. “DPRD harus menjalankan fungsinya untuk segera memanggil Pemda dan mengevaluasi kebijakan ini.” tambahnya.

Aksi berlangsung tertib dengan orasi bergantian oleh para Presiden Mahasiswa tiap kampus dan beberapa mahasiswa lainnya. Pukul 15.45 massa aksi disambut oleh anggota DPRD komisi V untuk melakukan audiensi di ruang komisi V.

Dalam audiensi tersebut pihak DPRD sepakat untuk segera mengevaluasi penerapan zonasi PPDB ini dengan memfasilitasi mahasiswa bertemu dengan Pemda khususnya Gubernur.

“hasil audiensi kami sepakat bahwa DPRD harus segera memfasilitasi mahasiswa untuk bertemu dengan Pemda khususnya Gubernur dalam rentang 20 juli sampai 31 agustus.” Kata Rexzi Adi, Koordinator Isu Pendidikan BEM SI Jabar.”

Setelah keluar dari gedung DPRD, massa aksi menutup dengan doa dan membubarkan diri dengan tertib.