BANDUNG. Institut Teknologi Bandung (ITB) Kampus Ganesha (On-G Campus) merupakan salah satu kampus terkecil di Indonesia. Kampus dengan luas sekitar 28,68 hektar persegi ini diisi dengan bangunan yang rapat dan saling terhubaung satu sama lain. selain bangunan kembar aula timur (altim) dan aula barat (albar) yang menjadi ikon dari ITB, kampus gajah ini memiliki banyak keunikan lain yang akan membuat pendatangnya terkesima. Salah satu spot yang wajib kamu tahu dari kampus Bung Karno ini adalah titik gaung.


ITB Ganesha yang terkenal dengan bangunan serba kembarnya ini memiliki 2 titik gaung. Titik gaung pertama berada di sisi utara kampus pada sebuah lingkaran yang dikelilingi oleh pepohonan hijau yang biasa disebut DPR (Di bawah pohon rindang). Pemandangan yang terlihat dari titik ini adalah gedung TVST, Gedung octagon, Gedung kimia dasar dan Gedung PLN.


Sedangkan titik gaung kedua adalah pada sebuah lingkaran yang terletak di tengah kampus di dekat tugu plaza widya nusantara (plawid). Dari titik ini kita dapat melihat dua pasang laboratorium Teknik (labtek) di sisi kiri dan kanan, yakni Labtek VII, Labter VIII, Labtek V dan Labtek VI.


Tidak seperti yang kita pahami selama ini, bahwa gaung/pantulan suara/echo akan terjadi pada sebuah ruang tertutup. Gaung biasanya dapat didengar jika terjadi pada waktu lebih dari 1/10 detik setelah suara asli dan terdapat dinding yang memiliki jarak sekitar 16,2 meter dari sumber suara. Namun yang unik di sini adalah keduanya berada pada tempat yang terbuka. Hampir mustahil bukan?


Tak ayal, keanomalian ini mengundang rasa penasaran dari banyak pihak. Salah satunya adalah mahasiswa Teknik fisika ITB bernama Yuniar Gitta Pratama. Pada tahun 2010 Pratama meladeni rasa penasarannya dengan suatu percobaan kecil di kedua titik gaung tersebut. Tidak lain dan tidak bukan, percobaannya dimaksudkan untuk membuktikan dua titik gaung di kampus ITB Ganesha.


Di akhir percobaan, Pratama menyimpulkan bahwa titik dengung ini dapat dibuktikan. Hal ini disebabkan sifat simetris dan bentuk barikade penghalang bunyi mengakibatkan pantulan kembali ke arah pusat. Di antara kedua titik tersebut, titik gaung kedua memiliki efek dengung yang lebih besar.


“Sebenarnya gaungnya ngga besar banget, cuman di situ (titik gaung 2) itu sangat iconic ITB. Seru buat foto-foto sekalian teriak-teriak mainan gaung,” ungkap Oktidina, mahasiswi Teknik lingkungan ITB (10/11).


Bagaimana? Tertarik dengan sensasi efek gaung  di tempat terbuka?