DEPOK. Tindakan berani ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI), Zaadit Taqwa saat memberikan kartu kuning kepada Jokowi ketika Dies Natalies ke-68 UI mendapatkan apresiasi dari masyarakat dan sekaligus kecaman dari beberapa pihak. Pada Jumat (2/2) pukul 08:00 BEM UI melakukan aksi kreatif di sekitar stasiun UI. 


Aksi tersebut bertajuk “Kartu Kuning Jokowi”, dengan membawa 3 substansi tuntutan, yaitu: Pertama, tuntaskan Persoalan gizi buruk di Asmat, Papua. Kedua, menolak dengan tegas rencana pengangkatan Plt. Gubernur dari kalangan Polri aktif. Ketiga, menolak draf Peraturan Menteri Pendidikan (Permendikti) Tentang Organisasi Mahasiswa (Ormawa) yang dianggap sangat membatasi mahasiswa.


Zaadit Taqwa  sempat diamankan oleh Pasukan Pengamanan Presiden (Paspamres) dan direncanakan akan dikenakan sanksi akademik oleh pihak universitas. Melihat kejadian tersebut, Tim Hukum Ikatan Alumni UI (ILUNI UI), Deddy Suhardadi mengatakan bahwa siap melakukan pembelaan hukum terhadap ketua BEM UI jika diminta. “Tindakan Hukum oleh Kampus dan Negara karena dasar politik adalah lemah, Zaadit Taqwa tak perlu takut, kami siap membela” kata ketua tim hukum ILUNI UI Badan Hukum tersebut.


Selain itu, Fuad Abdullah, SH MH, selaku anggota tim Hukum ILUNI UI mengatakan akan memberikan bantuan hukum kepada siapa pun baik mahasiswa maupun alumni yang dikenakan sanksi atas perjuangannya memperjuangkan kepentingan rakyat. “Kami siap di depan membela aktivis yang berjuang demi rakyat dan negara”, kata Fuad.


Ia berpendapat bahwa tindakan yang dilakukan oleh Ketua BEM UI adalah tindakan yang sama sekali tidak melanggar aturan hukum dan aturan akademik. Itu upaya menakuti saja oleh oknum birokrat UI. “Kami percaya perjuangan mahasiswa dan alumni dalam membela kepentingan rakyat akan abadi dan kami siap memberikan bantuan hukum kepada mereka,” tangkasnya.