DEPOK.  Tangal 10 November merupakan hari pahlawan nasional. Hari tersebut dijadikan momen oleh Ikatan Alumni Universitas Indonesia Badan Hukum (ILUNI UI BH) dengan melakukan konferensi pers sebagai gugatan hukum atas pembubarannya oleh Pemerintah beberapa waktu lalu. Konferensi tersebut dilakukan pada (10/11) di Bakoel Koffie Cikini.


Selain itu, Pengesahan Perppu ormas menyebabkan aktivis ILUNI UI memutuskan akan melawan dan memimpin gerakan penyelamatan demokrasi Indonesia. Pada momentum ILUNI UI 21 Juli (BH) secara resmi mengajukan gugatan hukum ke PTUN atas dibubarkannya badan hukum dari ILUNI UI tersebut. Ima Soeriokoesoemo, Ketua Umum ILUNI UI mengatakan kami ILUNI UI menilai perppu yang sudah disahkan merupakan bentuk upaya dari pembungkaman atas kebebasan dan berserikat. “Hal ini harus kita lawan”, ungkapnya.


Ima menambahkan organisasi Alumni UI yang sekarang ada kurang mengindahkan aturan-aturan yang disepakati seperti AD/ART. Di samping itu sebagai organisasi perkumpulan secara prinsip demokrasi tidak boleh organisasinya mengklaim semua orang yang lulus dari UI menjadi anggota organisasi tersebut. Oleh karena itu para mantan Aktivis Mahasiswa UI membentuk ILNUNI UI Badan Hukum dengan prinsip keanggotaan secara aktif. “Kami para mantan aktivis mahasiswa UI ingin berpartisipasi menyumbangkan pemikiran, tenaga dan energi kami untuk kemajuan bangsa dan negara dengan membentuk organisasi Alumni," tegasnya.


Menurut Salim Hutadjulu, salah satu aktivis UI tahun 1974 mengatakan gugatan ILUNI UI Badan Hukum wajar dan tepat dilakukan karena pemerintah melalui Dirjen AHU Kementrian Hukum telah gagal melindungi kebebasan yang paling asasi warganya yaitu kebebasan berbicara dan berserikat. "Perppu Nomor 2 Tahun 2017 telah terbukti “membunuh” kebebasan berserikat Alumni UI tambah Ramli Kamidin, salah satu wakil ketua ILUNI UI. Kebebasan berserikat adalah hak masyarakat yang dijamin konstitusi dan Undang-Undang yang berlaku dalam negara Republik Indonesia," ujar Salim.


Herry Hernawan, aktivis UI 1978 yang juga pengawas ILUNI UI, menyatakan bahwa berdasarkan Statuta UI, Alumni UI bukan merupakan bagian dari civitas akademika. Namun, sebagai organisasi yang beranggotakan secara aktif para Alumni UI. "Kami selalu menjunjung tinggi motto UI:  Veritas, Probitas, Justitia (Kebenaran, Kejujuran, Keadilan). Dalam memahami Statuta UI, Organisasi Alumni merupakan organisasi yang terpisah dengan Universitas Indonesia," kata Herry.