DEPOK. Universitas Indonesia (UI) kembali raih penghargaan sebagai “Universitas Terbaik di Indonesia”. Dilansir dari ui.ac.id, penghargaan ini diberikan oleh Global Brand Magazine Awards. Proses penilaian terdiri atas beberapa tahap, mulai dari penjaringan nominasi oleh panitia hingga proses penilaian oleh lembaga penelitian independen. 


Berbagai aspek menjadi indikator dalam proses penilaian, seperti Branding, Performance, Quality, Customer Service and Commitment, serta System. Setelah melewati semua tahapan tersebut, UI mendapatkan predikat sebagai “Universitas Terbaik di Indonesia”. Hal ini menunjukkan bahwa UI mampu mempertahankan keunggulannya dalam bidang pendidikan di Indonesia.

 

Global Brand merupakan majalah bisnis pemasaran ternama asal Inggris yang menyajikan berita-berita terbaru, jajak pendapat, serta ulasan mengenai merk dagang terkemuka dari berbagai negara. Sementara itu, Global Brand Magazine Awards memberikan penghargaan kepada perusahaan-perusahaan di berbagai negara dan wilayah di dunia dalam bidang-bidang tertentu, seperti finansial, edukasi, hospitality, gaya hidup, automobiles, dan teknologi. Penghargaan ini bertujuan untuk menciptakan kesadaran akan pentingnya pemberian layanan yang baik bagi suatu perusahaan atau institusi. Penghargaan ini merupakan wujud apresiasi terhadap kinerja perusahaan/institusi tersebut.

 

UI juga menempati peringkat pertama sebagai universitas terbaik di Indonesia versi QS University Ranking. Pada pemeringkatan tersebut UI berhasil menempati posisi 54 sebagai universitas terbaik di Asia. Lebih jauh lagi, UI menjadi satu-satunya universitas di Indonesia yang berhasil masuk 300 besar universitas terbaik di dunia. 

 

Rektor UI, Prof. Dr.Ir. Muhammad Anis, M. Met., menyampaikan harapannya agar UI dapat terus mempertahankan prestasi seperti ini. “Tentu ini adalah contoh sebuah prestasi yang membanggakan dari UI yang tidak mungkin dapat dicapai tanpa bantuan berbagai pihak. Yang terpenting, jangan berpuas diri karena dalam suatu proses kemenangan, yang paling sulit adalah mempertahankan” ujar Anis.